بسم الله الرحمن الرحيم
Oleh: Al Ustadz Mauhammad Na’im Lc
Saling Memahami dan Menasehati
Suatu rumah tangga bisa baik tatkala suami dan istri saling memahami. Suami harus memahami tabiat wanita secara umum, bahwa wanita berbeda dengan laki-laki. Maka itu janganlah mengukur istri seperti laki-laki. Hendaknya sang suami menjaga apa-apa yang menjadi ketidaksukaan istrinya. Celah-celah yang menyebabkan permasalahan jangan diperbesar. Akan tetapi harus saling memahami bahwa masing-masing penuh dengan kekurangan. Inilah yang harus disadari dulu, agar dapat saling memahami. Apalagi tabiat seorang wanita memang memiliki kekurangan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ قُلْنَ وَمَا نُقْصَانُ دِينِنَا وَعَقْلِنَا يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ أَلَيْسَ شَهَادَةُ الْمَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ شَهَادَةِ الرَّجُلِ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكَ مِنْ نُقْصَانِ عَقْلِهَا أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكَ مِنْ نُقْصَانِ دِينِهَا.
“Aku tidak melihat ada di antara wanita-wanita yang kurang akal dan agamanya, yang lebih bisa menghanyutkan hati seorang laki-laki tegas, daripada seorang dari kalian.” Mereka (para wanita itu) berkata, “Apakah kekurangan agama dan akal kami wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Bukankah persaksian wanita itu setengah dari persaksian laki-laki?” Mereka berkata, “Benar.” Beliau berkata, “Maka itu termasuk kekurangan akalnya. Bukankah kalau ia haid maka ia tidak shalat dan tidak berpuasa?” Mereka berkata, “Benar.” Beliau berkata, “Maka itulah salah satu kekurangan agamanya.” (HR. Bukhari dari hadis Abu Sa’id Al-Khudri)





Bakhil adalah sifat yang tercela. Orang bakhil akan jauh dari Allah, jauh dari Surga dan dekat kepada Neraka.
Suami gampang sekali marah meski karena sebab yang sepele. Bisa jadi hal itu disebabkan tekanan-tekanan dan problem-problem yang dihadapinya setiap hari di tempat kerja. Atau bertambahnya beban ekonomi dan sosial atas dirinya. Meskipun sebenarnya itu bukanlah alasan yang dibenarkan.
Sebagian istri menghadapi problem dengan suaminya yang sensitif. Yang cepat tersinggung karena sebab sepele. Kadang kala keluar dari lisannya kata-kata kasar dan menyakitkan. Dalam kondisi seperti ini si istri berhadapan dengan seorang insan yang sakit, harus ekstra hati-hati dalam bermuamalah dengannya.
Suami terlalu kaku dan cuek dalam pergaulan dengan istri. Suami tidak pandai bermain-main. la terkesan sibuk dengan diri sendiri dan kurang perhatian kepada istri. Sementara karakter wanita adalah suka diperhatikan. Kondisi seperti ini kerap kali dikeluhkan oleh para istri.
Cemburu yang proporsional adalah sesuatu yang sangat penting. Untuk menyemarakkan kehidupan suami istri dan menunjukkan rasa cinta seseorang kepada pasangannya. Siapa yang tak punya rasa cemburu terhadap keluarganya maka ia adalah dayyuts dan dijauhkan rahmat Allah Ta’ala. 
