11 Des 2013

Hukum Mengucapkan Demi Allah Secara Kontinyu Dan Kafarat Sumpah

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz




Pertanyaan.
Syaikh Abdil Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Dalam banyak kesempatan, saya seringkali ketika berbicara mengucapkan “Demi Allah”, apakah hal ini dianggap sebagai sumpah ? Dan bagaimana saya bisa menebusnya (membayar kafarat) bila melanggarnya ?

Jawaban
Bila seorang muslim atau muslimah yang sudah mukallaf mengulang-ngulang ucapan “Demi Allah” ketika melakukan sesuatu tanpa disengaja dan dimaksudkan, seperti mengucapkan “Demi Allah, aku tidak akan mengunjungi si fulan” atau “Demi Allah, aku akan mengunjungi si fulan” sebanyak dua kali atau lebih, atau “Demi Allah, sungguh aku akan mengunjungi si fulan” dan ucapan seperti itu. Bilamana dia melanggarnya karena tidak melaksanakan perbuatan yang akan dilakukannya berdasarkan sumpahnya tersebut atau melakukan perbuatan yang tidak akan dilakukannya berdasarkan sumpahnya, maka dia wajib membayar kafarat (tebusan) sumpah, yaitu memberi makan sepuluh orang miskin, atau memberi pakaian atau membebaskan budak.

Profesi Pengemis


Begitu banyak saat ini yang menjadikan mengemis sebagai profesi. Padahal ia masih muda dan bisa memikul beras, tapi karena dasar pemalas, jadinya mengemis dijadikan jalan mudah. Karena menengadahkan tangan, maka secarik kertas rupiah didapat. Padahal profesi pengemis adalah profesi yang tercela.

Bekerja Keraslah

Islam sendiri memerintahkan pada kita untuk bekerja keras dan meminta-minta alias pengemis adalah suatu pekerjaan yang hina.
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 لأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا ، فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ
“Lebih baik seseorang bekerja dengan mengumpulkan seikat kayu bakar di punggungnya dibanding dengan seseorang yang meminta-minta (mengemis) lantas ada yang memberi atau enggan memberi sesuatu padanya.” (HR. Bukhari no. 2074)

9 Des 2013

Hukum Turut Serta dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru

Sangat disesalkan, banyak kaum muslimin yang ternyata ikut-ikutan gembira dan ikut-ikutan merayakan hari raya/hari besar kaum kafir. Di antara adalah perayaan Natal dan Tahun Baru. Yang lebih parah adalah Tahun Baru, karena banyak dari kaum muslimin yang tidak mengerti bahwa itu termasuk perayaan/hari besar orang-orang kafir. Mereka beralasan bahwa Tahun Baru bersifat universal. Di samping tidak sedikit dari kaum muslimin yang ikut meramaikan perayaan Natal, atau sekadar membantu tetangganya yang beragama kristen untuk merayakan Natal, berupa turut membantu memasak, hadir dalam undangan Natal, turut mengucapkan selamat, dll. Ini semua termasuk turut andil dalam perayaan hari besar agama kafir.

6 Des 2013

Karyawan Toko dengan Topi Sinterklas



Selama bulan Desember, sebagian karyawan mulai berdandan dengan aksesoris perayaan Natal umat Nashrani dengan menggunakan topi sinterklas (santa klaus). Hari Ahad lalu, kami pun sempat menemukan di Bandara Soeta, pelayan toko sibuk melayani kami dengan topi sinterklas. Padahal kami tahu, tampangnya adalah muslim. Sungguh sayang, malah penampilan Nashrani yang ia kenakan. Ini tidak hanya ditemukan pada pelayan toko, ada pula pengemudi taksi yang mengenakan pakaian ala christmas ini di bulan Desember.
Toleransi yang Kebablasan
Semua mal, kantor-kantor swasta dan BUMN pakai pohon natal, pegawai atau karyawannya disuruh pakai topi-topi merah (Sinterklas). Seandainya kita pergi ke negara-negara Kristen di Eropa tidak ada tuh kalau Idul Fitri karyawan tokonya disuruh pakai sorban kayak ustadz-ustadz. Di Indonesia saja yang aneh, begitu menjelang natal ramai kenakan busana seperti itu.
Toleransi yang sebenarnya adalah membiarkan kaum Nashrani dengan perayaan mereka, bukan ikut nimbrung merayakan. Banyak umat Islam yang salah kaprah dengan istilah toleransi. Padahal agama kita sudah memiliki prinsip,

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

“Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku” (QS. Al Kafirun: 6). Ayat ini semisal firman Allah Ta’ala,

قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ

“Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing.” (QS. Al Isra’: 84)

Hukum Menjual Aksesoris dan Kue Natal


Kita saksikan sendiri di berbagai pusat perbelanjaan atau mall, sudah banyak atribut, aksesoris, makanan atau kue natal yang dijual. Padahal yang memiliki toko-toko tersebut adalah seorang muslim. Apakah boleh menjual aksesoris dan kue natal semacam itu?
Islam Melarang Jual Beli untuk Tujuan Haram
Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa dan melanggar batasan Allah” (QS. Al Maidah: 2)
Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya (yakni Buraidah), beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَبَسَ الْعِنَبَ أَيَّامَ الْقِطَافِ حَتَّى يَبِيعَهُ حَتَّى يَبِيعَهُ مِنْ يَهُودِيٍّ أَوْ نَصْرَانِيٍّ أَوْ مِمَّنْ يَعْلَمُ أَنَّهُ يَتَّخِذُهُ خَمْرًا فَقَدْ تَقَحَّمَ فِي النَّارِ عَلَى بَصِيرَةٍ

“Siapa saja yang menahan anggur ketika panen hingga menjualnya pada orang yang ingin mengolah anggur tersebut menjadi khomr, maka dia berhak masuk neraka di atas pandangannya” (HR. Thobroni dalam Al Awsath. Ibnu Hajar dalam Bulughul Marom mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

15 Nov 2013

Ilmu, Amal, Dakwah dan Sabar



Seorang yang ingin membangun sebuah bisnis, yang ia bercita-cita agar bisnis tersebut tumbuh kembang menjadi bisnis besar, haruslah memiliki ilmu terlebih dahulu terkait dengan bisnis yang ingin ia kelola. Setelah punya ilmu untuk merintisnya, maka ia pasti akan menyebarkan dan memasarkan produk bisnisnya. Dalam memasarkan produknya, ia akan bersabar dengan tantangan yang akan dihadapi ketika ia menjalankan bisnisnya. Nah, di atas adalah konsep yang harus ia miliki agar bisnisnya berkembang dan sukses.
Para pembaca yang budiman, di atas hanyalah sepenggal contoh bagaimana cara sukses di dunia. Tentunya seorang muslim tidak hanya ingin sukses di dunia saja, namun akhiratnya juga. Konsep di atas berlaku juga untuk seorang muslim yang ingin sukses akhiratnya. Terlebih lagi bagi ia yang ingin terjun ke dalam dakwah masyarakat.
Ilmu Dulu, Baru Amal

Keutamaan Puasa di Bulan Muharram



Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib (lima waktu) adalah shalat malam.“[1].
Hadits yang mulia ini menunjukkan dianjurkannya berpuasa pada bulan Muharram, bahkan puasa di bulan ini lebih utama dibandingkan bulan-bulan lainnya, setelah bulan Ramadhan[2].

Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:

1 Jul 2013

Berbenah Diri Menyambut Bulan Ramadhan

Allah Ta’ala telah mengutamakan sebagian waktu (zaman) di atas sebagian lainnya, sebagaimana Dia mengutamakan sebagian manusia di atas sebagian lainnya dan sebagian tempat di atas tempat lainnya.
Allah Ta’ala berfirman,
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ
“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya, sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka” (QS al-Qashash:68).
Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di ketika menafsirkan ayat di atas, beliau berkata, “(Ayat ini menjelaskan) menyeluruhnya ciptaan Allah bagi seluruh makhluk-Nya, berlakunya kehendak-Nya bagi semua ciptaan-Nya, dan kemahaesaan-Nya dalam memilih dan mengistimewakan apa (yang dikehendaki-Nya), baik itu manusia, waktu (jaman) maupun tempat”[1].

3 Mei 2012

Hijamah

Perkataan BEKAM berasal dari istilah Bahasa Melayu yang berarti PELEPASAN DARAH KOTOR, atau dalam bahasa Inggris disebut dengan CUPPING dan dalam bahasa Arab diterjemahkan sebagai “AL-HIJAMAH” dan di Indonesia kita kenal dengan istilah KOP atau CANTUK.

Darah Kotor Hasil dari pemBEKAMan
BEKAM merupakan suatu Tekhnik Pengobatan SUNNAH RASULULLAH SAW yg telah lama dipraktekkan oleh manusia sejak jaman dahulu, kini pengobatan ini sesuai perkembangan jaman telah dimodernisasi dan tetap mengikuti kaidah-kaidah yang ILMIAH, dengan menggunakan suatu alat yang PRAKTIS dan EFEKTIF serta Tanpa EFEK SAMPING.
Tekhnik Pengobatan BEKAM adalah suatu proses Membuang Darah kotor (Toksid/Racun) yang berbahaya dan sudah tidak dipakai oleh tubuh yang berada di bawah kulit melalui pembukaan kulit Epidermis.
Kulit adalah Organ terbesar dalam tubuh manusia, karena itu banyak mengandung Darah Kotor/Toksid

Hukum Upah Hijamah/Bekam

Dari Raafi’ bin Khudaij radliyallaahu ‘anhu, ia berkata :
سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول (شر الكسب مهر البغي، وثمن الكلب، وكسب الحجام
Aku mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Seburuk-buruk usaha adalah mahar (upah) pezina, hasil jual beli anjing, dan upah tukang bekam”.
Dalam riwayat lain :
ثمن الكلب خبيث. ومهر البغي خبيث. وكسب الحجام خبيث
“Hasil jual beli anjing adalah keji, hasil usaha pezina adalah keji, dan upah tukang bekam juga keji” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1568].
Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr ia berkata :
نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن كسب الحجام
“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang mencari rizki (penghasilan) melalui profesi tukang bekam” [Diriwayatkan oleh Ibnu Majah no. 2165; shahih].
Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من السحت كسب الحجام
Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Termasuk usaha yang haram adalah upah para tukang bekam” [Diriwayatkan oleh Ath-Thahawiy dalam Al-Musykil no. 4661; shahih].



13 Des 2011

Nasehat Untuk Suami dan Istri (bag 2)



بسم الله الرحمن الرحيم

Oleh: Al Ustadz Mauhammad Na’im Lc

Saling Memahami dan Menasehati

Suatu rumah tangga bisa baik tatkala suami dan istri saling memahami. Suami harus memahami tabiat wanita secara umum, bahwa wanita berbeda dengan laki-laki. Maka itu janganlah mengukur istri seperti laki-laki. Hendaknya sang suami menjaga apa-apa yang menjadi ketidaksukaan istrinya. Celah-celah yang menyebabkan permasalahan jangan diperbesar. Akan tetapi harus saling memahami bahwa masing-masing penuh dengan kekurangan. Inilah yang harus disadari dulu, agar dapat saling memahami. Apalagi tabiat seorang wanita memang memiliki kekurangan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ قُلْنَ وَمَا نُقْصَانُ دِينِنَا وَعَقْلِنَا يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ أَلَيْسَ شَهَادَةُ الْمَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ شَهَادَةِ الرَّجُلِ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكَ مِنْ نُقْصَانِ عَقْلِهَا أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكَ مِنْ نُقْصَانِ دِينِهَا.

“Aku tidak melihat ada di antara wanita-wanita yang kurang akal dan agamanya, yang lebih bisa menghanyutkan hati seorang laki-laki tegas, daripada seorang dari kalian.” Mereka (para wanita itu) berkata, “Apakah kekurangan agama dan akal kami wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Bukankah persaksian wanita itu setengah dari persaksian laki-laki?” Mereka berkata, “Benar.” Beliau berkata, “Maka itu termasuk kekurangan akalnya. Bukankah kalau ia haid maka ia tidak shalat dan tidak berpuasa?” Mereka berkata, “Benar.” Beliau berkata, “Maka itulah salah satu kekurangan agamanya.” (HR. Bukhari dari hadis Abu Sa’id Al-Khudri)

Nasehat Untuk Suami dan Istri (bag 1)


بسم الله الرحمن الرحيم

Oleh: AL Ustadz Muhammad Na’im Lc

Ikhwah dan akhwat fillah, semoga Allah azza wa jalla merahmati kami dan anda semua. Tiada hentinya kita panjatkan syukur kepada Allah azza wa jalla atas segala karunia yang dilimpahkan pada kita. Mari senantiasa kita memanfaatkan kenikmatan Allah azza wa jalla dalam rangka memperbaiki diri kita, karena banyak hal yang masih perlu diperbaiki dari berbagai kekurangan dalam menunaikan kewajiban. Juga memperbaiki berbagai kesalahan yang kita lakukan, yang mana itu dapat mengundang murka Allah azza wa jalla.

Kenikmatan Allah azza wa jalla khususnya kenikmatan sunnah adalah nikmat yang sangat besar, yang Allah berikan hanya pada segelintir manusia. Allah berfirman:

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (Al-An’am: 116)

Dari ayat ini jelas bahwa kebanyakan manusia mengajak pada kesesatan. Dan Allah azza wa jalla berfirman:

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلا وَهُمْ مُشْرِكُونَ

“Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).” (Yusuf: 106)

Manfaat Nikah Muda

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam dan satu-satunya layak untuk disembah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Menunda-nunda menikah bisa merugi. Berikut penjelasan yang bagus dari ulama besar Saudi Arabia, Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan -hafizhohullah- yang kami kutip dari Web Sahab.net (arabic).

[Faedah pertama: Hati semakin tenang dan sejuk dengan adanya istri dan anak]

Di antara faedah segera menikah adalah lebih mudah menghasilkan anak yang dapat menyejukkan jiwa. Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ

“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. ” (QS. Al Furqon: 74)

7 Des 2011

Beberapa Tipe Suami dan Bagaimana Cara Menyikapinya6/7

6. Suami yang bakhil

Bakhil adalah sifat yang tercela. Orang bakhil akan jauh dari Allah, jauh dari Surga dan dekat kepada Neraka.
Hendaklah para suami menyadari bahwa orang yang tidak memberi nafkah kepada keluarganya dengan cara yang ma’ruf maka sesungguhnya ia telah menelantarkan hak-hak mereka. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam:
“Cukuplah seseorang disebut berdosa apabila ia menelantarkan kebutuhan pokok orang-orang yang menjadi tanggungannya.” Hadits shahih riwayat Muslim dalam Shahihnya.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memotivasi para suami agar ber­infaq untuk istri dan keluarga mereka dari harta yang telah diberikan Allah kepada mereka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam kitab-Nya:
“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menu­rut kemampuannya.” [QS. Ath-Thalaq: 7]
Dan engkau.para istri yang mulia, …

Beberapa Tipe Suami dan Bagaimana Cara Menyikapinya 5/7

5. Suami cepat emosi

Suami gampang sekali marah meski karena sebab yang sepele. Bisa jadi hal itu disebabkan tekanan-tekanan dan problem-problem yang dihadapinya setiap hari di tempat kerja. Atau bertambahnya beban ekonomi dan sosial atas dirinya. Meskipun sebenarnya itu bukanlah alasan yang dibenarkan.
Menyikapi kondisi seperti ini, hendaknya kita meng­hadapinya dengan kepala dingin. Jauhilah perkara yang bisa membuat suamimu marah. Hal itu memang sangat sulit akan tetapi engkau harus berusaha.
Ketahuilah, kemarahannya itu tidak akan berlang­sung lama, dan akan segera berakhir dengan hilangnya faktor penyebab. -
Dan ketika suamimu marah hendaklah engkau mengingatkannya agar beristi’adzah dan melakukan sunnah nabi di kala marah, yaitu merobah posisi dan memadamkan api kemarahan dengan air serta beristighfar. Engkau bisa memegang sesuatu pada tangannya yang bisa meredakan kemarahannya. Usahakan agar engkau keluar dari kamar hingga tidak tambah berkobar kemarahannya dan agar engkau tidak mendengar kata-kata yang engkau tidak suka mendengarnya. Usahakan menutup permasalahan menyingkirkan sesuatu yang membuatnya marah bila mungkinkan.
Misalnya: Suami marah ketika ia melihat rumab berantakan dan tidak teratur rapi, maka hendaklah segera merapikan rumah. Atau ia pulang namun tidak mendapati makanan belum lagi dihidangkan. Maka hendaklah engkau segera menghidangkannya dan memberinya sesuatu dari makanan, hal itu akan meredakan kemarahannya atas kelalaian dirimu. Misalnya memberinya segelas sirup atau makanan ringan. Dan beri kesan kepadanya penyesalanmu atas apa yang telah tejadi, demikianlah …
Jangan bantah suamimu pada saat ia marah dan tunggulah hingga ia tenang kemudian berdialoglah dengannya dengan lernbut dan santun.
- www.shalihah.com -

Sumber: Surat Terbuka untuk Para Istri, Penulis Ummu Ihsan dan Abu Ihsan, Pustaka Darul Ilmi, hal 161-162

Beberapa Tipe Suami dan Bagaimana Cara Menyikapinya4/7

4. Suami terlalu sensitif

Sebagian istri menghadapi problem dengan suaminya yang sensitif. Yang cepat tersinggung karena sebab sepele. Kadang kala keluar dari lisannya kata-kata kasar dan menyakitkan. Dalam kondisi seperti ini si istri berhadapan dengan seorang insan yang sakit, harus ekstra hati-hati dalam bermuamalah dengannya.
Kondisi psikologis seperti ini kadang kala melekat pada jiwa seorang insan sepanjang hayatnya. la selalu tersinggung dan cepat memberikan reaksi, walaupun dalam kondisi terbaiknya. Dan bagi istri apabila mengetahui bahwa suaminya seorang yang sensitif dan emosional hendaklah melakukan langkah berikut:
  • Tidak membuatnya marah sehingga ia tidak melontarkan kata-kata yang menyakitkan dan kata-kata pasaran.
  • Menjauhi perkara-perkara yang bisa memancing kemara­hannya.
  • Apabila ia melontarkan kata-kata yang tak layak janganlah cepat membalasnya dengan kata-kata yang semisal se­hingga tidak membuat jalan penyelesaian menjadi buntu.
- shalihah.com -

Sumber: Surat Terbuka untuk Para Istri, Penulis Ummu Ihsan dan Abu Ihsan, Pustaka Darul Ilmi, hal 160-161

Beberapa Tipe Suami dan Bagaimana Cara Menyikapinya 3/7

3. Suami tidak romantis dan kurang perhatian

Suami terlalu kaku dan cuek dalam pergaulan dengan istri. Suami tidak pandai bermain-main. la terkesan sibuk dengan diri sendiri dan kurang perhatian kepada istri. Sementara karakter wanita adalah suka diperhatikan. Kondisi seperti ini kerap kali dikeluhkan oleh para istri.
Bagaimana engkau menyikapinya?
Sebelum menjatuhkan penilaian kepada suamimu hendaknya engkau mengoreksi dirimu terlebih dulu. Mungkin ia bersikap seperti itu karena engkau juga terlalu kaku dalam pergaulan dan kurang mengerti tentang seni dalam bercinta. Engkau tidak pandai bermain-main dan tidak bisa diajak main-main. Ini jelas keliru, sebab salah satu bentuk permainan yang dianjurkan dalam Islam adalah permainan antara suami istri. Yaitu permainan yang sifatnya mubah dan dapat menambah kasih sayang diantara keduanya.
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
“Segala sesuatu yang tidak termasuk dzikrullah adalah sia-sia dan melalaikan kecuali empat perkara: Berjalan­nya seorang lelaki antara dua sasaran (untuk berlatih memanah), melatih kudanya, bermain-main dengan istrinya dan mengajari keluarganya berenang.” [Hadits shahih riwayat An-Nasaai dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ghayatul Maraam (389) dan Silsilah ash-Shahihah (315)]

Beberapa Tipe Suami dan Bagaimana Cara Menyikapinya 2/7

2. Suami sangat pencemburu

Cemburu yang proporsional adalah sesuatu yang sangat penting. Untuk menyemarakkan kehidupan suami istri dan menunjukkan rasa cinta seseorang kepada pasangannya. Siapa yang tak punya rasa cemburu terhadap keluarganya maka ia adalah dayyuts dan dijauhkan rahmat Allah Ta’ala.
Cemburu itu berbeda-beda antara seseorang dengan yang lainnya. Akan tetapi bila cemburu ini melewati batas kewajaran maka bisa membakar dan menghanguskan ke­hidupan. Dan kondisinya berubah menjadi kondisi tak sehat, lalu bagaimana engkau bersikap terhadapnya?
  • Selimutilah suamimu dengan kasih sayang dan jangan terlalu cepat menunjukkan reaksi terhadapnya. Ketahuilah bahwa ia sedang melewati masa-masa kritis, jelaskan ke­padanya segala syubhat agar jiwanya tenang.
  • Jangan picu rasa cemburunya tanpa alasan. Misalnya engkau berbicara tentang seseorang, tentang sifat dan akhlaknya lalu engkau menampakkan ketakjubanmu ter­hadapnya. Hal ini,akan memicu rasa cemburunya.
  • Seorang istri, janganlah menguatkan keraguan suami atau menyelisihi dan mendurhakai perintahnya sehingga semakin bertambah keraguannya.

Beberapa Tipe Suami dan Bagaimana Cara Menyikapinya 1/7

1. Suami terlalu tertutup

Ada tipe suami yang selalu tertutup dalam segenap sisi kehidupannya. la terkesan kurang terbuka dan tidak mau melibatkan istri dalam setiap urusannya. Bagaimana sikapmu?
Sebelumnya, coba tanya kepada dirimu sendiri, mungkin sikap suamimu itu terdorong karena sikapmu yang terlalu banyak turut campur dalam segala urusannya dan selalu mau tahu semuanya?
Jika benar, ketahuilah bahwa sikapmu itu tidaklah benar. Sebab tidak semua rahasia suamimu engkau harus tahu. Termasuk juga urusan pekerjaan sebab setiap pekerjaan tentu ada rahasianya. Apalagi jika rahasia itu menyangkut kut masa lalunya, maka engkau tidak boleh memaksa untuk mengetahui kecuali dengan izinnya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Termasuk kebaikan Islam seseorang adalah mening­galkan hal-hal yang bukan urusannya.” [Hadits riwayat At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih
Sunan at-Tirmidzi
(2317)]

Ataukah suamimu bersikap tertutup karena ia melihat bahwa engkau adalah tipe istri yang tidak pandai menjaga rahasia suami?

Syaikh Ibnu Utsaimin di Mata Sang Istri

Segala puji bagi Allah dan shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad, keluarganya, para shahabat yang mulia, dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari kiamat.
Berikut ini adalah hasil wawancara dengan Ummu ‘Abdullah, istri Syaikh kita, Muhammad bin Saleh al-’Utsaimin (rahimahullah). Wawancara itu dilakukan oleh saudari Maha binti Husain Ash-Shammari dan dimuat dalam Majalah “Al-Mutamayyizah”, Riyadh, KSA, Edisi No. 45, Ramadhan 1427H.
1
Apakah ada perubahan motivasi Syaikh dalam hal menuntut ilmu, berdakwah, dan beribadah saat beliau masih muda dan setelah tua?
Jawaban : Saya tidak menemukan penurunan dan pelemahan motivasinya dalam menuntut ilmu, berdakwah, dan beribadah meskipun usianya semakin lanjut. Sebaliknya, dia sibuk meningkatkan jadwalnya, seperti saat beliau sakit tetap bersemangat beribadah, beliau tidak lalai di saat apapun, beliau mengisi setiap detik waktunya dengan mengingat Allah, beribadah kepada Allah, mengajar, dan mengarahkan.
2
Apa yang Anda lihat yang menakjubkan dalam hidup Syaikh?
Jawaban : Hidupnya merupakan contoh yang patut ditiru, terutama kesabarannya dan motivasinya dalam menuntut ilmu serta mengajar dan tidak pelit. Juga, bagi mereka yang tidak dekat dengannya tidak mengetahui keshalihannya.
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template