Tampilkan postingan dengan label ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu. Tampilkan semua postingan

23 Sep 2011

Makna LAA ILAHA ILLALLAH

بسم الله الرحمن الرحيم

لا إِلَهَ إِلا اللهُ


Di mulai dari yang terpenting
Sebuah Pembahasan
Tentang Makna  Laa Ilaha Illallah  dan Konsekuesinya
Oleh : Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir Al – Jakarty
Wajib bagi setiap muslim untuk mempelajari ilmu agama ini, terutama hal – hal yang dengan ilmu tersebut seseorang bisa menegakkan agamanya,  Imam Ahmad pernah ditanya tentang apa yang diwajibkan atas seorang hamba untuk mempelajarinya, berkata Imam Ahmad Rahimahullah : ” Ilmu yang dengan nya seseorang bisa menegakkan agamanya, ditanyakan kepada beliau seperti apa,? beliau menjawab ilmu  yang seseorang tidak boleh  bodoh darinya, seperti sholat, zakat, dan shoum (puasa) dan yang semisalnya.” ( Silahkan lihat Kitab Al-Furuq, Ibnu Muflih 1/525, Hasiyah Al – Ushulus Tsalasah Ibnul Qasim )

10 Sep 2011

ADAB PENUNTUT ILMU


Oleh: Abdullah Shaleh Al-Hadrami

Mukaddimah:

Segala puji hanya bagi Allah Ta’ala, Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, keluarga, para sahabat dan pengikut setia mereka sampai hari kiamat, Amma ba’du:

(( Allah Ta’ala telah menjaga pertahanan kaum muslimin dengan mujahidin (orang-orang yang berjihad) dan menjaga syariat Islam dengan para penuntut ilmu, sebagaimana dalam firmanNya:
“Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (QS. At-Taubah: 122)
Pada ayat tersebut Allah Ta’ala membagi orang-orang beriman menjadi dua kelompok, mewajibkan kepada salah satunya berjihad fi sabilillah dan kepada yang lainnya mempelajari ilmu agama. Sehingga tidak berangkat untuk berjihad semuanya karena hal ini menyebabkan rusaknya syariat dan hilangnya ilmu, dan tidak pula menuntut ilmu semuanya sehingga orang-orang kafir akan mengalahkan agama ini. Karena itulah Allah Ta’ala mengangkat derajat kedua kelompok tersebut.)) –Hilyah al-‘Alim al-Mu’allim, Salim al-Hilaliy hal: 5-6.

12 Agu 2011

Hafalan Al-Qur'an Terlebih Dahulu

Abu Umar bin Abdil Barr rahimahullah berkata:
"Menuntut ilmu itu ada tahapan-tahapannya. Ada marhalah-marhalah dan tingkatan-tingkatannya. Tidak sepantasnya bagi penuntut ilmu untuk melanggar/melampaui urutan-urutan tersebut. Barangsiapa secara sekaligus melanggarnya, berarti telah melanggar jalan yang telah ditempuh oleh as-salafus shalih rahimahumullah. Dan barangsiapa yang melanggar jalan yang mereka tempuh secara sengaja, maka dia telah salah jalan, dan siapa saja yang melanggarnya karena sebab ijtihad maka dia telah tergelincir. Ilmu yang pertama kali dipelajari adalah menghafal Kitabullah Azza wa Jalla serta berusaha memahaminya. Segala hal yang dapat membantu dalam memahaminya juga merupakan suatu kewajiban untuk dipelajari bersamaan dengannya. Saya tidak mengatakan bahwa wajib untuk menghafal keseluruhannya. Namun saya katakan bahwasanya hal itu adalah kewajiban yang mesti bagi orang yang ingin menjadi seorang yang alim, dan bukan termasuk dari bab kewajiban yang diharuskan."

12 Jul 2011

SEDIKIT FAEDAH YANG TERKANDUNG DARI KHUTBAH USTADZUNA

Khutbah ini dibawakan oleh Fadhilatul Ustadz al-Karim Anwar Zein hafizhohulloh wa thowwala 'umrohu fii tho'aatillahi Ta'ala di Masjid ar-Rohmah kota Blitar pada tanggal 18 Maret 2011




Alhamdulillaahi Robbil 'aalamiin. Ash-sholaatu was-salaamu 'ala Rosuulillahi wa 'ala aalihi wa ashhaabihi wa man tabi'ahun bi-ihsanin ila yaumid-diin. Amma ba'd:

Berikut sebagian faedah dari khutbah al-Ustadz yang dapat saya rangkum, antaralain:

1. Bahwasanya agar amal ibadah itu diterima oleh Alloh Ta'ala maka harus terpenuhi syarat-syarat dan rukun-rukunnya.

2. Bahwasanya rukun ibadah itu ada yang berupa rukun ibadah hati dan juga rukun ibadah amaliyyah anggota badan.

NASEHAT DAN WASIAT USTADZUNA

Alhamdulillaahi Robbil 'aalamiin. Ash-sholaatu was-salaamu 'ala Rosuulillahi wa 'ala aalihi wa ashhaabihi wa man tabi'ahun bi-ihsanin ila yaumid-diin. Amma ba'd:

Berikut ini adalah sedikit faedah yang terkandung dalam percakapan saya dengan al-Ustadz Anwar Zein hafizhohullohu ta'ala via telpon saat saya meminta nasehat dan wasiat kepada beliau untuk menuntut ilmu. Ini bukanlah transkrip, ini sekedar faedah yang saya tangkap kemudian saya tuangkan dalam bentuk catatan kecil ini dengan gaya bahasa dan penulisan dari saya.

SYARAT-SYARAT PENDIDIK YANG SUKSES DALAM PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN

1. Hendaknya dia mahir dalam profesinya, menguasai metode-metode pengajaran, mencintai tugas-tusas dan anak muridnya, mengerahkan kemampuan dalam mendidik mereka dengan pendidikan yang baik, menambahkan kepada mereka pengetahuan-pengetahuan yang bermanfaat, mengajari mereka akhlaq-akhlaq yang mulia dan berusaha menjauhkan mereka dari kebiasaan-kebiasaan yang jelek. Dialah pendidik sekaligus pengajar pada satu waktu.
2. Hendaknya dia menjadi teladan yang baik bagi selainnya, dalam bentuk ucapan, perbuatan dan gaya hidup dari sisi pelaksanaan kewajibannya kepada Robb-nya, umatnya dan para pelajarnya. Hendaknya guru mencintai kebaikan bagi mereka sebagaimana ia mencintai kebaikan bagi dirinya dan anak-anaknya, memaafkan kesalahan mereka dan berlapang dada serta andaipun menghukum mereka maka menghukum dengan kasih sayang.
Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidak (sempurna) iman salah seorang diantara kalian sampai ia mencintai bagi saudaranya apa yang ia cintai bagi dirinya.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Tugas Guru

Sesugguhnya tugas guru tidaklah berhenti dengan semata memberikan pengetahuan-pengetahuan kepada para muridnya, bahkan lebih dari itu sampai kepada pendidikan yang sifatnya menyeluruh yang dibangun diatas pemurnian aqidah-aqidah dan perilaku-perilaku dari perkara-perkara yang dapat menghilangkan agama yang lurus. Maka wajib atas guru yang ingin sukses menjadikan ucapan-ucapan para muridnya dan perilaku-perilaku

DIANTARA KEWAJIBAN-KEWAJIBAN GURU

1. Mengucapkan salam.

Wajib atas guru jika ia memasuki kelas mengucapkan salam dengan ucapan: "Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh" dan untuk mengajarkan bahwa perilaku islamy yang agung ini dapat menguatkan unsur-unsur kecintaan dan kepercayaan diantara para murid, sebagian mereka terhadap sebagian yang lain, dan menguatkan antara guru dengan para muridnya. Hal itu didasari sabda Rosululloh sholallohu 'alaihi wasallam:
"Maukah saya tunjukkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian melakukannya maka kalian akan saling mencintai? (Yaitu) ucapkanlah salam diantara kalian" (HR. Muslim)

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template