12 Agu 2011

Surat Terbuka Untuk Istri

Fatwa Syaikh Bin Baz Tentang I'tikaf

Oleh: Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah
Pertanyaan: Apakah hukum i`tikaf bagi laki-laki dan wanita? Apakah berpuasa merupakan syarat untuk sahnya i`tikaf? Kemudian amalan apa sajakah yang baik dilakukan oleh orang yang beri`tikaf? Kapan waktu memasuki tempat i`tikaf dan kapan keluar dari sana?
Jawaban:

Video Kajian : Karena Agama Ku Nukahi Dia

Dikaji Oleh Ustadz Abu Haidar

Salafus Shaleh Sebagai Teladan

Download Kitab Arab

Berdialog Dengan Teroris (part 2, habis)

Disusun oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. (Mahasiswa S3 Universitas Islam Madinah, Arab Saudi)
Apa itu Lajnah al-Munashahah?
Lajnah al-Munâshahah yang berarti Komite Penasihat mulai dibentuk  pada tahun 2003 dan bernaung dibawah Departemen Dalam Negeri (di bawah pimpinan Deputi II Kabinet dan  Menteri Dalam Negeri, Pangeran Nayif bin Abdul Aziz) dan Biro Investigasi Umum. Tugas utamanya adalah memberikan nasihat dan berdialog dengan para terpidana kasus terorisme di penjara-penjara Arab Saudi. Lajnah al-Munâshahah memulai aktivitasnya dari Riyadh sebagai ibukota, kemudian memperluas cakupannya ke seluruh wilayah Arab Saudi [Wawancara Dr. Ali an-Nafisah, Dirjen Penyuluhan dan Pengarahan Kemendagri Arab Saudi di Harian al-Riyâdh edisi 13.682].
Lajnah al-Munâshahah terdiri dari 4 komisi, yaitu:

Berdialog Dengan Teroris (Part 1)

Disusun oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. (Mahasiswa S3 Universitas Islam Madinah, Arab Saudi)
Pengantar 
Setan memiliki dua  pintu  masuk  untuk menggoda dan menyesatkan manusia.  Jika seseorang banyak melanggar dan berbuat maksiat, setan akan menghiasi maksiat dan nafsu syahwat untuk orang tersebut agar tetap jauh dari ketaatan. Sebaliknya jika seorang hamba taat dan rajin ibadah, setan akan membuatnya berlebihan dalam ketaatan, sehingga merusak agamanya dari sisi ini. Para Ulama menyebut godaan jenis pertama sebagai syahwat, dan yang kedua sebagai syubhat.  Meski berbeda, keduanya saling berkaitan. Syahwat biasanya dilandasi oleh syubhat, dan syubhat bisa tersemai dengan subur di ladang syahwat [Bi Ayyi 'Aqlin wa Dîn Yakûnu at-Tafjîru Jihâdan?, Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbâd, hlm. 3, at-Tahdzîr min asy-Syahawât, ceramah Dr. Sulaimân ar-Ruhaili].

Hafalan Al-Qur'an Terlebih Dahulu

Abu Umar bin Abdil Barr rahimahullah berkata:
"Menuntut ilmu itu ada tahapan-tahapannya. Ada marhalah-marhalah dan tingkatan-tingkatannya. Tidak sepantasnya bagi penuntut ilmu untuk melanggar/melampaui urutan-urutan tersebut. Barangsiapa secara sekaligus melanggarnya, berarti telah melanggar jalan yang telah ditempuh oleh as-salafus shalih rahimahumullah. Dan barangsiapa yang melanggar jalan yang mereka tempuh secara sengaja, maka dia telah salah jalan, dan siapa saja yang melanggarnya karena sebab ijtihad maka dia telah tergelincir. Ilmu yang pertama kali dipelajari adalah menghafal Kitabullah Azza wa Jalla serta berusaha memahaminya. Segala hal yang dapat membantu dalam memahaminya juga merupakan suatu kewajiban untuk dipelajari bersamaan dengannya. Saya tidak mengatakan bahwa wajib untuk menghafal keseluruhannya. Namun saya katakan bahwasanya hal itu adalah kewajiban yang mesti bagi orang yang ingin menjadi seorang yang alim, dan bukan termasuk dari bab kewajiban yang diharuskan."

Bahaya Bekam Yang Salah

Abu Anas, semoga Allah memaafkannya, mengatakan:  “Bekam itu jika tepat waktu dan tempat dengan memenuhi syarat-syaratnya yang sudah populer di kalangan dokter dan ulama, maka akan sangat bermanfaat sekali. Kalau memang tidak bermanfaat, maka tidak akan membahayakan.

26 Jul 2011

Hari-hari Dilarang Berbekam

1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia bercerita: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Barangsiapa berbekam pada hari Rabu atau hari Sabtu, lalu tertimpa wadhah [1], maka hendaklah dia tidak menyalahkan, melainkan dirinya sendiri.” [2]
2. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Berbekam dilakukan dalam keadaan perut kosong adalah yang paling ideal, dimana ia akan menambah kecerdasan otak dan menambah ketajaman menghafal. Ia akan menambah seorang penghafal lebih mudah menghafal. Oleh karena itu, barangsiapa hendak berbekam, maka sebaiknya dia melakukannya pada hari Kamis dengan menyebut nama Allah. Hindarilah berbekam pada hari Jum’at dan hari Sabtu serta hari Ahad. Berbekamlah pada hari Senin dan Selasa. Hindarilah berbekam pada hari Rabu, karena Rabu merupakan hari di mana Nabi Ayyub tertimpa malapetaka. Tidaklah timbul penyakit kusta dan lepra, kecuali pada hari Rabu atau malam hari Rabu.” [3]
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template